Format Lamaran Kerja yang Kurang Menjual

Saya sering sekali ditanyai pencari kerja. Baik yang ketemu langsung, di seminar, pelatihan, per telepon, atau lewat surat. Kenapa Saya kirim lamaran dan sedikit sekali (atau tidak ada) yang dipanggil? Tidak hanya yang belum bekerja, juga yang sudah…

Lalu Saya tanya, Berapa yang sedikit itu? Berapa Anda kirim lamaran? Saya temukan rasionya 20 s/d 30 berbanding 1. Ya, ini jumlah yang sedikit sekali.

Saya katakan kemudian bahwa lamaran tidak diundang karena tidak berhasil memunculkan persepsi kualitas. Lamarannya buruk dari segi format maupun isi.

Saya ingin menunjukkan pada Anda apa saja ciri lamaran yang buruk. Saya telah sering menceritakan ini, dan sangat mudah menemukan pencari kerja yang dengan semangat mengiyakan plus senyum malu-malu Ya, lamaran Saya seperti itu�. Tidak apa-apa. Anda masih punya waktu. Tidak ada kata terlambat untuk memperbaikinya.

Mengapa Format Berpengaruh
Format lamaran berpengaruh Karena ternyata, ketika Anda mengirimkan lamaran tidak Semua Lamaran Dibaca. Kenyataannya, perekrut tidak selalu membaca semua lamaran. Saya katakan dalam seminar Teknik Pemasaran Diri di IPB suatu kali bahwa bahwa pelamar mungkin terlalu romantis bila berpikir semua lamaran yang masuk akan dibaca oleh perekrut. Bahwa ia akan melihat satu-satu. Bahwa ia akan memahami semua kalimatnya baru membuat keputusan. Tidak. Perekrut terlalu sibuk. Bahkan, kalau ia membaca lamaran, waktunya hanya 30 sampai dengan 120 detik. Itulah sebabnya AIDA bilang, lamaran profesional cirinya mampu menarik perhatian dalam 10 detik pertama.

Sering Saya katakan dalam seminar bahwa apa pun alasannya, terjadi hal di mana perekrut tidak sempat membaca, dan menilai kualitas pelamar dengan melihat format lamaran. Ini manusiawi. Kita percaya bahwa kualitas sesuatu dapat dinilai dari penampilannya. Ambil satu kaleng susu yang penyok, kotor dan robek lalu yakinkan pada pembeli di toko Anda, bahwa isinya sama sekali tidak rusak. Akankah pembeli percaya? Secara psikologis, manusia menilai berdasarkan penampilan. Dan perekrut adalah manusia.

Sejak beberapa tahun lalu Saya telah membuat daftar lamaran yang buruk, tidak memunculkan persepsi kualitas diri pelamar (berdasarkan yang Saya temui). Ada 16 jumlahnya. Dan inilah daftar tersebut:

1. Menggunakan tulisan tangan. Secara psikologis tulisan tangan memang bisa mencerminkan kepribadian seseorang. Selain tidak ada atau semakin langka ahli grafologi (ilmu analisis tulisan tangan) di perusahaan-perusahaan, tulisan tangan tidak ada nilai lebihnya.

2. Menggunakan kertas folio ganda bergaris (double folio) atau mengisi blanko yang dijual di toko-toko.

3. Surat lamaran fotokopi, bukan asli. Anda ingin menghemat, tetapi, penghematan tersebut justru menjadi tidak berarti sama sekali, karena lamarannya langsung disingkirkan.

4. Salah menyebut nama atau jabatan dan divisi, departemen atau bagian seleksi rekrutmen perusahaan yang dituju. Anda tentu tak ingin nama Anda salah eja kan.

5. Tidak mencantumkan data-data lengkap (nama tidak sesuai ijazah, alamat tidak lengkap atau tanpa nomor telepon), sehingga perusahaan kesulitan menghubungi Anda.

6. Tidak mencantumkan kode jabatan/posisi yang dilamar sehingga perusahaan tidak tahu, untuk apa dan ke mana lamaran Anda akan diproses.

7. Foto dipersiapkan seadanya, tidak dengan pakaian rapi dan formal.

8. Foto yang dilampirkan tidak sopan. Bagi Anda para wanita yang cantik, jangan mengirimkan foto dengan pakaian terbuka. Foto Anda dapat beredar di meja-meja manajer dan menimbulkan senyum-senyum kecil di wajah para manajer. Setelah itu lamaran Anda akan berakhir di mesin penghancur! Masalah bagi pelamar wanita ialah foto yang merangsang atau malah tampak sepeti ibu-ibu.

9. Bagi pelamar pria masalahnya ialah foto dengan dada setengah terbuka, kancing baju bagian atas dilepas, rambut yang urakan, telinga atau hidung beranting, kumis dan cambang yang tidak terawat. Foto-foto semacam ini niscaya menimbulkan kesan pelamar tidak profesional dan tidak dapat diandalkan. Atau bahkan Anda sudah berdasi dan jas tetapi raut wajah Anda kelihatan kaget, kurang menjiwai jas dan dasi yang Anda kenakan.

10. Foto dihetter atau distaples (tidak dapat dilepas).

11. Menyertakan lampiran yang kurang perlu (sertifikat tak bernilai jual, keikut-sertaan seminar, dll).

12. Dokumen tidak lengkap. Beberapa perusahaan memilih tidak beresiko memproses lamaran yang tidak lengkap dokumennya.

13. Memanfaatkan referensi secara berlebihan. Ingat, secara berlebihan. (Saya mengenal Bapak A, B, C, D di perusahaan ini. Saya yakin Saya diterima karena Bapak pasti mengenal Bapak Z, kan?). Dalam banyak kasus, cara semacam ini menurunkan kualitas pelamar.

14. Lamaran dikirim dengan amplop kecil dan terlipat-lipat. Membuat malas dibaca. Alamat di amplop ditulis tangan. Ini benar-benar menurunkan nilai lamaran Anda.

15. Surat lamaran (dan daftar riwayat) dibuat dengan mengisi formulir lamaran kerja yang dijual di pasaran. Efeknya mengesankan Anda melamar kerja dengan wawasan yang sangat miskin.

16. Surat lamaran dijilid. Ini akan mengundang lebih banyak guyonan daripada kesan bahwa Anda rapi. Untuk apakah semangat Anda, bekerja atau membuat lamaran?

Ini hanya sedikit contoh. Selain daftar di atas, Anda pun bisa menambahkannya berdasar pengalaman Anda. Ingatlah daftar ini baik-baik. Simpanlah. Seumur hidup, sepanjang Anda mencari for a better career Anda akan membutuhkannya. Kembangkan diri Anda. Bila teknik pemasaran diri Anda berhasil, Anda akan Berpenghasilan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: